greeners_EH_DAilyten_020412

Keraton Yogya Dan Puro Paku Alaman Dukung Earth Hour

posted in News
Yogya (Greeners)- Komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Puro Paku Alaman Yogya gelap selama satu jam pada Sabtu (31/3) malam. Tepat pukul 20.30 WIB hingga 21.00 WIB kedua simbol sejarah Yogya itu melakukan dukungan Earth Hour ke-4 di Indonesia dengan mematikan lampu.

Koordinator Earth Hour Yogya, Satya Adri Krisnugraha atau disapa Felix mengatakan, tahun ini merupakan tahun ketiga untuk kota Yogya dalam keikutsertaannya mendukung gerakan hemat energi itu. “Pesan intinya mengajak semua untuk bijak menggunakan energi,” katanya di Yogya, Sabtu malam.Menurut Felix, aksi mematikan lampu selama satu jam mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat pada penggunaan energi seminimal mungkin. Ditegaskannya, kampanye Earth Hour bersifat tidak memaksa dengan tujuan mengajak masayarakat secara sukarela gunakan listrik sesuai kebutuhan saja.Sebagai program WWF, Earth Hour tidak menghitung teknis rincian potensi penghematan yang bisa dilakukan lewat pemadaman listrik selama satu jam. “Lebih mengarah pada perubahan gaya hidup lewat aksi selama satu jam,” lanjut Felix.

Felix menjelaskan, gerakan Earth Hour yang dipusatkan di Pagelaran Keraton dihadiri oleh Duta Earth Hour, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Bahkan secara langsung detik-detik lampu dimatikan dipimpin langsung oleh Raja sekaligus Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Dalam sambutan singkat sesaat sebelum lampu dimatikan, Sultan menuturkan, keberhasilan Earth Hour perlu diikuti gaya hidup hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. “Ukurannya bukan satu jam saja, tetapi mari jadikan Earth Hour sebagai gerakan perubahan,” ucap Sultan.

Sebelumnya, Sultan mengatakan Yogyakarta turut memadamkan lampu pada pelaksanaan Earth Hour 2011 yang meliputi beberapa ikon Kota Pelajar itu seperti Candi Prambanan, Tugu Jogja, sepanjang Jalan Mangkubumi dan Tugu Adipura
“Tahun ini sepanjang Malioboro, Keraton Yogyakarta dan Pura Pakualaam akan turut berperan serta dalam Earth Hour 2012 dengan memadamkan lampu selama satu jam pada 31 maret 2012 jam 20.30-21-30 WIB,” katanya.
Selama satu jam listrik dimatikan di kompleks Keraton, berbagai pentas seni dan hiburan disuguhkan ditengah-tengah nyala ratusan lilin dan beberapa obor. Atraksi dari berbagai komunitas mahasiswa dan pemuda bergantian tampil diantaranya, Tari Saman oleh Mahasiswa Asrama Aceh, paduan suara ‘Cantus Firmus’ Universitas Sanata Dharma, musik akustik ‘Mustika Maya’ Universitas Atma Jaya Yogya, balet, modern dance dan lainnya. (G-18)