Selain menjijikkan, bagi kebanyakan orang –bahkan beberapa di antaranya begitu fobia padanya, kecoak dituding sebagai penyebar bakteri dan penyakit. Serangga yang dekat di sekitar kita ini, juga dituduh menyebabkan gangguan pernapasan dan memicu asma serta mengontaminasi makanan.
Oleh: Ferry Perdinan
Di ruang keluarga yang tampak bersih, terdapat empat anggota keluarga yang sedikit-sedikit mengeluarkan tawa bahkan kadang sampai terbahak-bahak. Rupanya mereka sedang menonton acara televisi bertema komedi. Kelucuan dari tingkah Rowan Atkinson dalam serial Mr. Bean cukup membuat perut keluarga itu terpingkal-pingkal.
Namun, coba bayangkan jika di tengah-tengah keceriaan tersebut tiba-tiba sesosok serangga kecil pipih, berwarna coklat kehitaman, berkaki enam yang bergerigi, dan mempunyai dua antena di kepalanya terbang melintas. Mungkin, kebanyakan dari anda akan melakukan hal yang sama dengan keluarga tersebut. Panik, histeris, dan segera lari terbirit-birit berusaha menghindari binatang yang akrab disebut Kecoak itu.
Karena umumnya, kemunculan serangga yang juga dikenal dengan sebutan Lipas ini kerap membuat orang jijik melihatnya. Mereka tinggal di dalam rumah, menyusup ke sela-sela rumah, merangkak di bawah meja, memanjat saluran dan pipa-pipa pembuangan, terbang di antara sampah dan dinding-dinding ruangan rumah, sampai berkeliaran di dasar hutan lebat.


Email
Share on Facebook
Tweet this!
ShareThis









kalo ngeliat kecoa di kamar, sebelum tuh kecoa mati aku pasti ga bisa tidur. soale dia bisa terbang sih! hiiyyy….